Download versi lebih besar dari foto di bawah ini
Taukah Kamu?
di bali, anjing2 bebas berkeliaran di jalan. ada yg kalem ada juga yg galak. pemandangan ini mungkin sedikit aneh bagi mereka yg hidup pada daerah2 'bebas anjing' sperti di pulau jawa misalnya. jadi, waspadalah!
by Kompiang - 10 Nov 2004 @ 16:51 · Kategori Keliling Bali
Satu legenda bekennya orang bali adalah cerita Jayaprana. Kalo kamu demen ngedengerin cerita-cerita rakyat, kamu pasti pernah denger kisah Jayaprana ini. Menurut legenda Bali, Jayaprana adalah seorang prajurit kepercayaan dari Raja Bali Anak Agung Gde Murka.
Nah, kebetulan sekali, istri Jayaprana ini cantik banget, namanya Layon Sari. Karena ternyata si raja ini demen ama Layon Sari, akhirnya dikirimlah si Jayaprana ke Teluk Terima membantai para pembajak. Tapi, kenyataannya, dia lalu dibunuh ama mentri raja, atas perintah si raja. Waktu tahu suaminya meninggal, Layon Sari lalu bunuh diri. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 2,072 views
Galeri Foto Bali
by Asn - 23 Oct 2006 @ 12:01 · Kategori Tips 'en Info JJS
Sejak 1-2 tahun lalu, steak murah mulai menjamur di denpasar. tempatnya ga perlu mewah, cukup pake tenda/terpal, meja/kursi plastik/olympic, pasang musik disko darurat (the upstairs hehe), pajang papan tulis bertuliskan “STEAK MURAH!! Mulai dari 12ribu!” jadi deh. selamat! elo sudah punya warung steak.
Dan dalam kesempatan yg berbahagia ini, gw mau buat review suka2 terhadap 3 warung steak pilihan di denpasar. warning: jgn lupa, gw bukan ahli makanan, percaya boleh, tidak percaya harus.
1 Steak KQ5
Jln. Merdeka, Renon, sebelah wong solo
Bgitu sampe parkir, elo akan sedikit heran. warungnya ancur, tapi parkirnya luas en full dengan boil2 mewah. dekor warung pas2an. meja/kursi ga lebih baek dari warteg banyuwangi yg ada deket rumah gw. pilar bambu en atap terpal. musik darurat degn speker digantung/diikat di pilar bambu. selera musik bolehlah, pop alternative gitu. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 3,868 views

by Kompiang - 01 Mar 2005 @ 10:20 · Kategori Keliling Bali
Kamu pasti kenal dengan Walter Spies, itu tuh.. pelukis beken Jerman yang udah memberi sumbangan yang luar biasa ama gaya pelukis-pelukis bali. Nah, doski ini udah menetap di abli itu sejak taon 1930-an, dan dia pilih tempat yang bener-bener pas, yaitu ubud. Sejak itulah lantas ubud jadi sedemikian bekennya.
Bukan itu aja alasan ubud jadi tenar, tapi emangnya disini adalah pusatnya segala macem kesenian bali. Mulai dari lukisan, kerajinan, de el el. Banyak banget keasyikan tinggal di ubud ini, serasa kamu ada di pusat kesenian dan tradisi bali. Coba jalan-jalan di sorenya, and baru kamu bakalan ngerasain nikmatnya ubud.
| Versi cetak | Email ke temen | 2,742 views

by Asn - 03 May 2006 @ 23:05 · Kategori Keliling Bali
Sebuah desa indah yang nggak kalah dengan Batubulan, dapat kamu temuin di sebelah selatannya Pejeng dan mayoritas penduduknya adalah petani. Bedulu namanya,dan jauhnya kira-kira 26 km dari Denpasar. Jika kamu berangkat dari Ubud e’ nyampek di Teges, kamu mesti naik bemo dan lewat route Goa Gajah.
Jaman dulu, Bedulu merupakan sebuah kerajaan kuat yang merupakan bagian dari Pejeng. Penguasa terakhir kerajaan Bedulu menentang invasi kerajaan Majapahit pada tahun 1343. Sesudah invasi ini, tatanan agama Hindu mengalami kemajuan dan diiringi dengan sistim cocok tanam yang baru (th.1515) Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 2,732 views

by Kompiang - 11 Jul 2001 @ 14:24 · Kategori Bali Sehari-hari
Baru-baru ini terjadi skandal yang menurut gue memalukan. Berapa SMA favorit terbukti melakukan pemalsuan nilai yang menyebabkan UNUD mencekal siswa2 peraih PMDK dari SMA2 tersebut. Berawal dari terbuktinya SMUN 4 Denpasar (SMA gue dulu, hiks…), yang akhirnya dengan terpaksa merambat ke SMA2 yang lain.
Gue sendiri nggak tau kenapa baru sekarang pihak UNUD berani mengungkapkan hal ini. Dan kenapa pula dimulai dari SMUN 4 Denpasar.Soalnya gue tau, (ini adalah pendapat pribadi gue dan kalo ada yang komplin hubungin gue deh) pemalsuan nilai di SMUN 4 ini udah lama berjalan, kayaknya sebelum angkatan gue deh. Dan gue juga tau SMUN 4 tidak sendirian, mereka berani karena bareng2 dan dengan pertimbangan siswa dari sini kualitasnya lebih bagus dari yang lain. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 1,938 views

by Asn - 08 Jan 2005 @ 12:45 · Kategori Keliling Bali
Wah, ternyata bali ndak cuman kaya ama jumlah puranya, tapi nilai sejarahnya juga buuaannyak banget. Salah satunya bisa kamu dapetin di Mengwi, dimana konon Mengwi pada taon 1634 di bawah pemerintahan Raja I Gusti Agung Anom adalah sebuah kerajaan yang guueedee. Pasalnya, kerajaan ini wilayahnya ampe Blambangan, Jatim. Wuiihh….(bener ngga ya..he..he..).
Yang bakalan jarang kamu dapetin di daerah lain adalah pasar tradisional khusus hewan ternak. Nah, disini pasar itu digelar tiap tiga hari sekali dan hewan yang menonjol disini adalah sapi. Daerahnya itu dikasi nama “Bringkit”. Lain waktu kalo kamu mo ke Sangeh dari Denpasar, singgah deh.
Eh lupa�disini juga ada banyak pura. Segitu aja 
| Versi cetak | Email ke temen | 1,863 views
Random Post from English Version
by Asn
Homo erectus, a distant ancestor of modern man, lived in a part of Indonesia between 350,000 and 800,000 years ago during the time of the great Ice Ages. Fossilized bones of “Java Man” from this period were found in Central Java in 1890, and stone axes and adzes have been discovered on Bali, in the northern village of Sembiran.
As the earth cooled during the Ice Ages, glaciers advanced from the Polar Regions and the levels of the world’s oceans fell. Many of the islands of Indonesia became joined to the landmasses of Southeast Asia and Australia by exposed land bridges. The early humans, as well as animals, moved through these areas across the land bridges linking the islands. It is thought there were two main routes into Indonesia from the Asian mainland; one led down through Thailand into Malaysia and then into the archipelago while the other came down via the Philippines with branches into Kalimantan and Sulawesi.
Homo sapiens first appeared around 40,000 years ago. These hunter-gatherers lived in caves and left their rock paintings on some of the Far Eastern islands of the archipelago. The Neolithic era, around 3000 BC, is marked by the appearance of more sophisticated stone tools, agricultural techniques and basic pottery. Remains from this era have been found at Cekik Village, in the far west of Bali, where evidence of a settlement together with burials of around a hundred people are thought to range from the Neolithic through to the Bronze Age.
read more...

Page 1 of 1512345»...Last »