Masih ingat Kerambitan kan? Nah salah satu tempat yang nggak boleh kamu lewati kalo kesana adalah Puri Anyar ini.
Puri (istana kecil) Anyar (baru) merupakan kediaman Anak Agung Ngurah Oka Silagunadha atau’Pak Ok’ dan Anak Agung Rai Giri Gunadhi atau’Pak Ra’. Beliau berdua adalah saudara kembar identik dan merupakan cucu dari raja terakhir puri. Pak Oka ini merupakan kepala keluarga puri karena beliau lahir berapa menit duluan dari Pak Rai.
Tanyakan kepada beliau siapa saja yang pernah berkunjung kesana. Tentunya beliau tidak akan mengingat nama gue, karena yaaa memang gue belum pernah kesana. Eerrrr..anyway, beliau akan menunjukkan sudut’selebrit’ dari ruang tamu puri. Disana terpajang foto King Hussein, Prince Bartiel of Sweden, Kurt Waldheim, Mick Jagger, David Bowie dan seorang penari kabuki terkenal. Sekali lagi nggak usah kamu cari foto gue disana karena si asn ydah membelinya dan melelangnya di situs ini.
Kembali ke bisnis, di puri ini’jug’ banyak menyimpan benda-benda seni dan bahkan ada yang keramat. Seperti koleksi keris, topeng keramat, koleksi alat-alat musik tradisional dan bale gong (semacam pentas, tepatnya tempat untuk menyimpan gong=gamelan dan memainkannya). Di sebelah kanan pintu masuk kamu akan menjumpai tempat suci puri yang dihiasi dengan keramik Belanda dan Cina. Dan disini terdapat sebuah delft biru (sebutan barang pecah belah buatan Delft) dari jaman Napoleon. Tampak jelas gambar Napoleon Bonaparte (bukan babe gue) diatas kuda tunggangannya.
Tektekan sebenarnya bukan merupakan tarian, tapi lebih tepat merupakan orkestra tradisional dimana para pria memakai kalung sapi, tentu saja di leher, dan membawa semacam kentungan dari bambu. Menurut kepercayaan Tektekan ini dilakukan masyarakat setempat untuk mengusir roh-roh jahat yang menyebabkan kekeringan dan wabah penyakit.
Sekarang ini Tektekan diadakan setahun sekali yaitu sehari sebelum Tahun Baru Hindu (Nyepi) berupa arak-arakan keliling desa. Dibeberapa daerah kegiatan ini melibatkan ogoh-ogoh sehingga lebih dikenal dengan ogoh-ogoh. Hmmm..jangan bingung dulu. Dan, tektekan ini juga diadakan apabila raja memerintahkan untuk menyambut tamu. Jadi kalo ada rombongan wisatawan (biasanya macanegara) datang ke Kerambitan (bakal mengunjungi daerah puri) maka Tektekan ini akan diadakan, juga. Jadi,..hmmm..kegiatan yang dulu diadakan untuk mengusir kekeringan dan penyakit sekarang diadakan untuk menyambut tamu sehingga baik tamu maupun tuan rumah dan sekitarnya terbebas dari dua hal tadi. So, nggak cuman demi profit.
Masih banyak kegiatan dan hal unik lainnya di puri, dan baiknya kalo kamu nyaksii n sendiri deh.
Email artikel ini ke temen kamu | 11,998 views Share
Artikel laen yang rada2 masih terkait:






















15 Responses to “Puri Anyar”
Add Comment